Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2017

Ketika Kehilangan Ibu

Ketika kehilangan ibu, kita kehilangan orang yang berani melawan gravitasi demi melihat kita berhenti menangis.
Ketika kehilangan ibu, kita kehilangan orang yang rela pergi sampai keujung dunia untuk mendapatkan hal yang membuat kita gembira.
Ketika kehilangan ibu, kita kehilangan orang yang menghujani kita dengan ribuan ciuman setelah sholat malam, agar tercapai apa yang kita cita-citakan.
Ketika kehilangan ibu, kita kehilangan wangi surga yang memancar dari tubuhnya, yang dalam pelukannya meyakinkan kita bahwa semua semua hal akan baik-baik saja.
Ketika kehilangan ibu, kita kehilangan orang yang hanya dengan senyumnya mengingatkan kita bahwa kita istimewa dan berharga.
Ketika kehilangan ibu, kita kehilangan orang yang restunya dapat melapangkan jalan kita dalam melewati semua tantangan dan kesulitan.
Ketika kehilangan ibu, kita kehilangan orang yang doanya mampu menembus tujuh lapisan langit dan mengetuk hati Yang Maha Kuasa. Bukan untuk mendapatkan harta dan permata tapi meminta k…

Orang Baik

Anak - anak saya kelak tidak akan pernah bertemu eyang utinya. Anak pertama saya masih berusia 6 bulan dalam kandungan, saat ibu saya pergi untuk selama-lamanya. 
Akan tetapi walaupun tidak akan pernah bertemu, saya harap mereka akan mewarisi sifat dan kepribadian ibu saya.
Ibu saya orang baik. Saya mengatakan ini bukan hanya karena semata-mata ia ibu saya yang telah bersusah payah melahirkan dan membesarkan saya, tapi karena ibu saya memang benar-benar orang baik.
Kalaupun penilaian saya subjektif, paling tidak hampir semua orang yang saya temui setelah kepergiannya mengatakan hal yang sama. Orang-orang yang masih berkaca-kaca saat berbicara tentangnya. Terkadang sampai tercekat tak bisa bicara.
Ibu saya bukan tokoh ternama, tapi nampaknya bagi kebanyakan orang yang mengenalnya jelas ia siapa siapa. Pada hari kepergiannya, ratusan orang datang untuk melayat. Dari yang saya kenal secara pribadi, hingga orang-orang yang tidak pernah saya tahu namanya. Ratusan orang tak hentinya datang…

Perginya Ibu

Ibu saya tutup usia pada tanggal 31 Januari 2017 pukul 07.30 pagi. Baru 56 tahun usianya.
Kanker usus kata dokter. Lebih ilmiahnya Adenocarsinoma stage 4 di kolon kanan yang telah  bermetastasis ke 15 titik jaringan limpa, suatu jaringan lain yang saya lupa namanya, dan appendiks. Itu yang saya baca di kesimpulan analisis patologi yang kertasnya saya temukan di tas berisi kumpulan dokumen-dokumen dari rumah sakit.
Maag akut. Begitu keluhan awalnya. Setelah dua kali kunjungan ke dokter spesialis penyakit dalam dan empat hari pemeriksaan menyeluruh organ pencernaan. Ditemukan tumor besar di perut kanan.
Operasi pengangkatan tumornya berjalan lancar. Mungkin terlalu lancar. Sel kanker yang ada di tubuhnya sudah terlalu menyebar. Tak bisa dibersihkan hanya dengan operasi. 
Ibu pergi selamanya hanya dua minggu setelah dirawat di rumah sakit. Tiga minggu setelah diagnosa penyakitnya.
Sadar penuh sampai saat-saat terakhirnya dan tidak pernah mengeluh sakit sedikitpun. Saya harap memang begi…