Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2015

Bersyukur Jadi Orang Indonesia : Part 2

Teman kerja asal Hungaria (TH) : Kamu mau terus tinggal di Jerman?
Saya : Enggak. Habis suami saya selesai sekolah kita mau pulang.
TH : Kenapa?
Saya : Kita kan harus membangun negara *sambil ngikik*.
TH : *serius* Iya sih, tapi saya nggak mau pulang ke Hungaria. Disana saya nggak bisa hidup. Ekonominya jelek sekali. Di negara kamu masih bagus ya ekonominya?
Saya : Lumayan. Krisis juga sih. Tapi nggak parah kayaknya.
TH : Oh bagus deh. Saya bahkan nggak bisa makan di Hungaria. Uangnya nggak ada.
Saya : Hoo...

Sebenernya saya nggak yakin juga kondisi ekonomi Indonesia gimana walaupun saya yakinnya memang masih jauh lebih baik dari Eropa timur. Waktu pulang kemarin harga-harga barang memang mahal-mahal minta ampun. Tapi mengintip kehidupan teman-teman saya lewat social media sepertinya semuanya masih baik baik saja. Jadi semoga memang baik baik saja. Kalaupun tidak baik baik saja juga tetap saya bakal pulang kok :D


Dikira Pengungsi

Stuttgart kedatangan banyak pengungsi. Karena saya pakai kerudung saya juga sering dikira pengungsi. Karena nampaknya buat kebanyakan orang di sini orang yang pakai kerudung itu asalnya kalau enggak turki ya arab. Kalau Arab berarti pengungsi.

Padahal harusnya orang-orang ini mikir, mana ada pengungsi segendut saya. Mereka kan makan aja susah :|
Sebenernya saya nggak masalah sih dikira pengungsi, karena sampai sekarang saya nggak pernah dapet masalah berarti kayak diskriminasi rasisme etc. Cuma kadang-kadang pengen ketawa aja kalau ketemu orang yang mengira saya pengungsi. Seperti kejadian yang saya alami suatu hari di U-bahn.
Seorang Kakek tiba tiba bertanya pada saya dalam bahasa Inggris "Kamu ke Eropa naek apa?".  Saya jawab naek pesawat. Beliau kaget "Loh, bukan naek perahu?". Saya cuma tertawa sambil menjawab "It will take too much time.  From Indonesia to Germany using boat". "You know since its more than a quarter globe away" tambah saya …