Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2014

Sekilas Jerman : Emischburg di Ludwigsburg

Setelah tinggal di sini, saya suka heran, kenapa orang-orang kalau berwisata keliling Eropa kebanyakan melewatkan Jerman. Terutama Jerman bagian selatan. Padahal ya, buat yang impian masa kecilnya jadi Princess atau jadi prajurit perang, di Jerman bagian selatan banyak kastil. Kastil semacam yang ada di dongeng-dongeng Disney gitu. Nggak percaya? nih saya kasih tau salah satunya.
Menara Rapunzel di Ludwigsburg. Sekitar 20 Km dari Stuttgart.
Nggak tau Rapunzel? itu tuh princess yang rambutnya panjang banget, yang disekap ibu tirinya di atas menara. Coba tanya anak kecil perempuan deh, pasti mereka apal :D
Rapunzel (Source Disney) 
Rapunzel disekap di menara yang konon katanya tinggi banget. Karena pastinya di atas menara sendirian itu super ngebosenin, Rapunzel sering menjulurkan rambutnya yang super panjang ke luar lewat jendela untuk hiburan. Buat yang pernah denger ceritanya, pasti tau juga kalau rambutnya yang panjang akhirnya dipakai sebagai tali untuk kabur dari menara. 
Kiri Rapu…

Sekolah Bahasa di Sekolah Rakyat

Mulai awal bulan April saya kursus bahasa Jerman di Volkhochschule Stuttgart. Volk artinya rakyat hoch artinya tinggi dan schule artinya sekolah. Jadi Volkhochschule, disingkat VHS, artinya kurang lebih sekolah tinggi rakyat. Jangan bayangkan VHS seperti sekolah rakyat yang didirikan oleh Budi Utomo dan Ki Hajar Dewantara pada jaman dahulu kala di Indonesia. Sekolah rakyat di sini tidak menyediakan pendidikan dasar melainkan memberikan layanan pendidikan tersier. Bahasa, komputer, musik, kesenian, memasak, olah raga adalah beberapa hal yang bisa dipelajari di sekolah ini. 
Ngomong-ngomong soal sekolah rakyat, sebenarnya konsep VHS bagus banget kalau bisa diterapkan di Indonesia. Pengajarnya rakyat, yang sekolah rakyat, yang membiayai pemerintah. Asyik kan? Semua orang bisa belajar keahlian-keahlian baru dengan murah dan orang yang punya keahlian bisa menabung pahala dengan mengajarkan keahliannya pada orang lain. Akan tetapi seperti kata suami, di Indonesia pendidikan primer saja be…