Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2014

Ketika Layanan Publik Mogok

Petugas keamanan bandara Frankfurt am Main minta kenaikan upah. Dari 11-13 euro ke 16 euro sama rata plus tambahan upah tetap 100 euro perbulan.

Negosiasi kenaikan upah nampaknya berjalan alot dan karenanya sebagian besar petugas bandara Frankfurt am Main, bukan hanya petugas keamanannya, selama sebulan ini bergantian melakukan aksi mogok. Aksi mogok yang dilakukan sempat membuat bandara terbesar di Jerman dan tersibuk ke-3 di Eropa ini kacau balau dan bahkan lumpuh.

Petugas keamanan bandara Frankfurt Am Main tergabung dalam Vereinte Dienstleistungsgewerkschaft disingkat Ver.Di (united services union) yang beranggotakan penyedia jasa layanan publik di seluruh Jerman. Bulan ini, sebagai bentuk solidaritas, pekerja-pekerja lain yang berada di bawah naungan Ver.Di, seperti supir bis, supir tram, petugas pengangkut sampah, perawat, guru, dsb, juga bergantian melaksanakan aksi mogok.

Aksi mogok dilangsungkan di berbagai kota besar di Jerman. Untungnya waktu pelaksanaannya berbeda di tiap …

Jadi Isteri : Catatan 21 Bulan

Suami saya selera makannya condong ke arah makanan bule. Eits, saya nggak mengada ada. Bukan juga biar keliatan gaya atau sombong apalagi pemaksaan kehendak (hahaha!). Ini kenyataan, kalau disuruh pilih nasi atau kentang atau pasta atau roti yang terakhir dipilih pasti nasi. Jadinya saya nggak perlu ribet masak masakan Indonesia macam sambel, sayur asem, pecel dsb dsb.
Kalau saya bilang hal ini ke orang lain, ada berbagai versi respon yang saya terima, ada yang bilang " wah enak dong kalau gitu, nggak ribet masaknya" ada yang bilang "ah, itu sih suaminya baek aja tau isterinya nggak bisa masak" ada yang bilang "ah itu sih kamu aja yang males ngulek sambel" ada yang balik bertanya "memang suami kamu orang mana? orang sini? (orang Jerman)?".
Saya nggak mengada ada kok. Mertua saya juga tau suami saya picky eater. Mau makanan mewah atau murah pokoknya bikinnya harus dari bahan bahan yang dia suka. Kalau engga nggak akan dimakan. Rejeki saya lah ya…

Jauh dari Tanah Air : Catatan 2 Bulan

Suatu hari saya ikut makan malam dengan kolega kampus suami yang berasal dari berbagai negara. Sembari menunggu makanan, kami mengobrol ngalor ngidul. Tentang korupsi, tentang politik, tentang kekacauan di negara mereka masing-masing. Sepanjang obrolan mengenai hal hal tersebut saya dan suami hanya diam mendengarkan, karena well, semua keburukan yang mereka ceritakan terjadi di negara mereka, ada di Indonesia juga. Lebih parah mungkin. Kalau topik topik begini susah ikutan nimbrung tanpa terkesan menjelek jelekan negara sendiri atau menuduh orang dari negara lain drama queen (drama queen = masalah lo gitu doang? lebay lo! kita dong lebih kacau lagi) O_o
Setelah ngalor ngidul cukup lama akhirnya obrolan menyinggung topik yang cukup bersahabat : 
"Saya belum pernah lihat laut", kata Suzzane yang berasal dari Czech Republic atau dalam bahasa Indonesia Republik Ceko. Di Ceko memang tidak ada laut. Di Jerman juga jarang laut. Kalaupun ada adanya laut Baltik di utara. Dingin dan …

Lazy Weekend Cooking : Chapaguri!

Salah satu variety show Korea favorit kami Dad, Where Are We Going? punya makanan favorit yang sering ditampilkan. Namanya Chapaguri. Hari ini saya memutuskan membuatnya.

Bahannya bisa dilihat : dua jenis mie instan Korea, Chapangheti dan Neoguri (bisa di beli di supermarket Korea di Indonesia semacam Lottemart) kemudian untuk tambahannya saya pilih daging asap, paprika, dan daun bawang biar warna warni. Masaknya sama kayak masak mie instan biasa. Namanya juga lazy cooking. Hehe!

Hasilnya enak juga! :P

Sekilas Stuttgart : Landesmuseum Württemberg

Awal bulan Februari 2014 saya dan suami pergi ke Landesmuseum Württemberg atau Museum Negara Bagian Baden Württemberg (maaf tautannya bahasa Jerman). Terletak di tengah kota, museum ini bertempat di altes schloss atau istana raja lama.  Pameran museum ini dibagi dalam dua bagian, pameran khusus dan pameran tetap. Ketika kami kesana, pameran khusus yang sedang berlangsung berjudul Im Glanz der Zaren yang kurang lebih artinya : dalam masa kejayaan Tsar. Jadi ceritanya kerajaan Württemberg punya hubungan persaudaraan yang erat dengan kekaisaran Rusia. Nah pameran ini berisi peninggalan - peninggalan dan cerita cerita dari putri-putri kerajaan Baden Württemberg yang menikah dengan pangeran - pangeran dari Rusia beserta pengaruhnya terhadap hubungan Rusia dan Baden Württemberg.  Sayangnya di pameran khusus ini dilarang mengambil foto, jadi saya tidak bisa bercerita banyak. Lagipula, walaupun sudah dilengkapi dengan audio guide berbahasa Inggris, ada banyak artikel pameran yang dijelaskan han…