Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2014

Lazy Weekend Cooking : Ketika Brötchen Bertemu Rendang

Hari Minggu yang cerah, Brötchen si roti Jerman bertemu Rendang dari Indonesia :D
Nom Nom Nom! 

Side Note : 
Ada yang bertanya tanya kenapa saya posting blog isinya makanan mulu?
Supaya ibuke dan bapake di rumah, yang hobi baca blog ini, tau anak-anaknya baek baek aja di negeri orang. 
Masih bisa makan enak. Walaupun dengan kemampuan masak terbatas :P

The Art of Amateur Cooking

Although I'm just an amateur clumsy "tukang ngarang" cook, colorful foods (made from  ingredients "itu itu aja" + instant seasoning + Royco + my imagination) ...
...never fails me :)

Booyah!

Sekilas Stuttgart : Stadtbibliothek

Karena cuaca cerah, kemarin saya menemani sepupu ke Stadtbibliothek Stuttgart atau dalam bahasa Indonesia Perpustakaan Kota Stuttgart. Perpustakaan ini konon katanya yang paling bagus di Stuttgart dan salah satu yang paling bagus dan lengkap di Jerman. Untuk saya yang jarang ke perpustakaan (mau bagus atau enggak), perpustakaan ini bagus. Kayak di luar negeri :D Terletak di pusat kota Stuttgart, perpustakaan ini punya halte U-Bahn (tram) sendiri. Jembatan yang telihat di foto paling atas adalah jembatan yang menghubungkan halte U-Bahn dengan gedung perpustakaan. Entah kenapa di sekelilingnya banyak bangunan sedang dibangun. Bagian tengahnya (gambar kanan bawah), kata sepupu saya mirip penjara di film film. Ya emang mirip sih :P
Walaupun bangunannya mirip penjara, perpustakaan ini ramah. Tidak ada penjagaan ketat atau petugas petugas bermuka masam yang berdiri di pojok menjaga buku buku berdebu. Di sini bebas. Semua orang boleh datang dan pergi. Semua orang boleh masuk ke segala penjur…

Ins Kino

"One sweet popcorn please. Small one." Ujar saya kepada ibu penjaga stand snack di Corso. Bioskop berbahasa Inggris di Vaihingen. "Salty?" tanya ibu penjaga balik kepada saya. "No. Sweet" jawab saya. Si Ibu penjaga menatap saya dengan bingung "Hmmm you mean salty?" tanyanya kemudian "Hmmm no... I mean sweet" jawab saya sambil ikutan bingung. Selanjutnya percakapan salty sweet dalam suasana kebingungan masih berlangsung beberapa kali sampai akhirnya si Ibu mengangkat bahu (bahunya sendiri bukan bahu saya) kemudian beranjak ke mesin popcorn. 

Tentu saya heran. Percakapan beli popcorn kan bukan rocket science english. Atau jangan jangan seumur hidup saya salah, sweet itu artinya bukan manis tapi... singkong digoreng. Ya kan nggak ada singkong goreng di Jerman, makanya si Ibu bingung - -".
Sedang menunggu si Ibu membereskan pesanan saya, tiba tiba salah satu orang Jerman yang ada dalam antrian masuk teater di belakang saya menyapa : &qu…

Do Not Flush Your Toilet Paper Down The Toilet

Sebelum pembukaan Winter Olympic yang diselenggarakan di Sochi Russia, social media dihebohkan dengan keluhan-keluhan jurnalis mengenai buruknya fasilitas yang harus mereka gunakan selama meliput perhelatan tersebut.
Kebanyakan dari mereka bercerita mengenai kondisi hotel yang belum siap. Dari tidak ada air, gagang pintu, jendela, kasur, dsb. 
Salah satu yang membuat saya bingung adalah gambar di bawah ini.  Pertanyaan saya, apa masalahnya ? Kan memang tissue toilet tidak boleh dibuang ke toilet? kan bikin mampet. :))))
Setelah dipikir pikir, semenjak saya tinggal di Jerman, saya selalu membuang tissue ke toilet. Bukan karena tidak ada tempat sampah, tapi karena hal itu adalah hal yang lumrah (kalau bukan harus) dilakukan di sini dengan tissue toilet. Ini beberapa alasan yang saya tahu : 
Pertama : Kalau kalau ada yang lupa atau belum tau di negara negara barat, membersihkan diri setelah buang air tidak lakukan menggunakan air (toilet kering). Cukup elap dengan tissue saja. Wajarlah segala…

Berargumen Menggunakan Hati

Akhir akhir ini saya sering melihat orang-orang berdebat (walaupun seringnya dalam bentuk tertulis, bukan lisan). Terkadang topik perdebatan tersebut ada gunanya diributkan, tapi ada juga topik-topik yang sampai sekarang saya bingung kenapa masih terus diperdebatkan, karena menurut saya tidak akan ada ujungnya. Contohnya topik Ibu Menyusui dan Ibu Bekerja. Dua topik yang sebenarnya belum bisa saya ikuti karena saya belum punya anak, tapi saya tidak tahan untuk tidak berkomentar. 
Untuk kasus Ibu menyusui dan Ibu bekerja, saya tidak membela pihak manapun, karena bagi saya mau menyusui atau tidak menyusui, mau bekerja atau tidak bekerja, itu hak asasi masing-masing Ibu, dan bukan sesuatu yang perlu diperjuangkan "kebenarannya"  atau diperlihatkan "keburukannya". Menurut saya semua sisi benar asalkan alasannya baik,  dan salah jika alasannya tidak baik. Hal yang ingin saya komentari adalah adanya argumen-argumen "kurang enak didengar" yang terkadang muncul me…