Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2011

Berpikir

Kemarin saya melihat tweet tentang tawaran magang dari Aku Cinta Indonesia...subject-nya traveling...

Dengan impulsifnya saya kirimkan CV saya. Menyatakan kalau saya sangat suka traveling dan sangat cinta Indonesia.

...

Hari ini saya mendapat telepon untuk interview hari senin.

...kuliah...

Tanpa sadar saya menggenggam handphone saya erat erat..

...berpikir...

Sebegitunya saya ingin berpergian..

..Sigh...

Sepertinya keinginan saya untuk berpetualang harus saya kesampingkan dulu, demi menyelesaikan kewajiban saya yang lain.

...

Tapi lihat nantilah siapa tau saya berubah pikiran.

Roti Abon

Suatu hari adik saya meminta saya memotong poninya...

Hasilnya?

saya harus mentraktirnya potong rambut di salon mahal dan makan pizza...

Soalnya hari itu seharian adik saya dipanggil roti abon oleh teman temannya karena potongan poninya yang super pendek...cuma sisa sejumput diatas keningnya..mirip roti berhias abon yang dijual di koperasi kampus..hehe!!

Suatu Saat Di Pesawat Terbang

Ini hari minggu. Karena besok senin saya kuliah seharian penuh, seharusnya saya bikin PR (Pekerjaan Rumah) atau membereskan pekerjaan-pekerjaan yang belum selesai dan bukannya malah sibuk menulis blog. Yayayaya...tapi saya ingat cerita ini dan saya harus menuliskannya...

Suatu siang, saya danteman sayasedang dalam perjalanan dari Pekanbaru ke Batam. Naik pesawat "piiiippp". Bisa diduga delay-nya lebih lama daripada waktu terbangnya. Tapi cerita ini bukan tentang itu. Ini cerita lain.

Alkisah, saya dan teman saya ini mendapat kursi nomor 1. Karena tidak ada kelas bisnis, maka kami duduk tepat di belakang cockpit. Ini untuk pertama kalinya kami duduk di kursi nomor 1. Rasanya? Lapaaaannng. Biasanya kursi nomor 1 memang untuk bule yang kakinya lebih panjang dari orang Indonesia. Tapi cerita ini juga bukan tentang kursi nomor 1 atau bule berkaki panjang. Ini cerita lain.

Kami duduk bertiga dengan Bapak-bapak India (atau bangladesh? nepal? gitu deh..) berbadan tinggi besar menggunak…

Panggilan Jiwa

Kerja karena panggilan jiwa itu benar-benar ada loh...ya iyalah, kalau tidak siapa yang akan jadi ustad, pendeta, biksu...dan sebagainya? Hmmmm ini deh saya kasih contohnya di kehidupan nyata...Adik saya menghabiskan sebagian besar waktu di 5 semester awal masa kuliahnya untuk menjadi jurnalis di majalah kampus. Kerjaannya mewawancara orang, menulis berita, mengedit dan sebagainya. Walaupun tidak mempengaruhi akademiknya, tapi nampaknya adik saya cukup pusing juga dengan kesibukannya selama ini. Makanya di awal semester 6, dia bertekad untuk tidak lagi berhubungan dengan bidang jurnalistik, dan fokus pada pelajaran dan minatnya yang lain. Dia mendaftar les perancis, memfokuskan diri pada topik TA, dan mulai menjalankan misi yang sudah lama diembankan ibu kami : Cari pacar. Adik saya biasanya serius kalau punya tekad. Makanya saya percaya percaya saja dengan omongannya.Sebulan setelah adik saya mencanangkan tekad hidup tanpa kegiatan jurnalisme, di kampus kami ada huru hara. Ada yang m…

Patah Hati

Gara gara nonton American Idol saya jadi ingat kejadian kejadian patah hati (sebenarnya korelasinya hampir 0 sodara sodara) : Hmmmm...patah hati yang saya inget cuma ada dua sih, patah hati yang pertama dan yang terakhir kali saya alami: Kelas 2 SMPPacaran waktu SMP kelas 2 = lempar lemparan surat cinta di jalan pulang, titip titip salam lewat teman, ditelepon sore sore sebelum pergi ke TPA, dan menelepon dari wartel dekat rumah, neleponnya berhenti di angka 1000 rupiah soalnya, duit jajan cuma 1500...Diputuskan lewat telepon...rumah... setelah 9 bulan pacaran...karena cewek lain. Percayalah terkadang sinetron itu benar adanya. Hehe. #salah sendiri kecil kecil pacaranCoba saya punya kemampuan menulis lagu seperti Taylor Swift, pasti saya duluan yang menulis Forever and Always..tapi dia tidak pernah bilang forever and always sih, jadi dimaafkan...Soundtrack : Coba udah ada Keris Patih(hahaha)Kelas 3 SMA Anggota band sekolah, punya banyak penggemar, pintar, baik... tipe tipe cowok idola…

Tentang Teman

Tidak ada kejadian khusus yang membuat saya menulis tentang teman. Hanya saja tiba tiba saya ingat cerita ini.Dulu di Sekolah Dasar saya punya dua teman akrab, satu anak perempuan dan satu anak laki-laki. Kami dekat, karena sering ditunjuk guru sebagai perwakilan sekolah di perlombaan-perlombaan mata pelajaran. Waktu SD saya memang masih dianggap pintar. Hehe.Kami punya banyak kenangan. Beberapa diantaranya yang masih saya ingat sampai sekarang seperti terkunci di ruang kesenian kemudian dengan heboh memukuli gamelan agar menarik perhatian orang di luar, mencampur campur bahan bahan kimia di kit percobaan IPA dan membuat semua tabung reaksi berubah warna menjadi merah muda, menumpahkan merkuri dan berusaha memasukannya kembali ke dalam tabung (ketika berhasil masuk kembali ke tabung, merkurinya sudah berubah warna jadi cokelat karena menggelinding kesana kemari di lantai yang berdebu), menjatuhkan kucing milik penjaga sekolah dari lantai 2, karena ingin membuktikan "kucing punya …