Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2010

Kisah Bapak-Bapak Supir

Pekerjaan saya, terkadang mengharuskan kan saya berpergian ke luar kota, tidak hanya di pulau Jawa, bahkan sampai ke seluruh penjuru Indonesia. Selama perjalanan-perjalanan itu, saya banyak bertemu bermacam orang yang menjadi supir saya. Ada yang aneh, ada yang nyebelin, ada yang lucu, ada yang sampai sekarang saya gak ngerti maunya apa. Saya sudah pernah bercerita mengenai Pak Aam dari Banjarmasin yang senang mendengarkan ST 12 dan ridho rhoma disini, dan Wayan dari Bali yang berbakat jadi sejarawan dan filsuf disini. Selain mereka berdua, masih banyak lagi cerita-cerita menarik mengenai supir-supir saya yang lain. Kayaknya bentar lagi saya bisa bikin buku kumpulan kisah supir-supir deh. Hahah. Ini saya kasih tahu deh beberapa ceritanya:

Pak Khaidir dari Aceh:
Pertama kali saya harus ke NAD, bapak Khaidir bertugas menjadi supir saya. Perawakannya tinggi besar, seperti orang arab. Kalau di film film bule dia cocok jadi mafia. Dengan kumis tebal dan tampang garang. Dia supir sekaligus bo…

Libur Tlah Tiba

Zahra keponakan saya sedang libur sekolah. Dia datang ke rumah eyangnya, bude saya, untuk berlibur.
Zahra : "eyang, kenapa rumah eyang gak di desa?"
Eyang : "He? Memang kenapa?"
Zahra : "Ya kan, kalo rumah eyang di desa, zahra bisa liburan ke rumah nenek di desa."
Eyang : "Ya udah nanti diajak ke Garut"
Zahra : "Garut kan bukan rumah nenek. Itu tempat Wi..sa..ta.."
Eyang : "Ya udah nanti diajak ke Gondang"
Zahra : "Gondang? Itu rumah eyang di desa? dimana itu? ada sawahnya? ada kerbaunya?"
Eyang : "Iya rumah eyang waktu kecil, desa kecil di Solo sana. Ada sawah, ada kerbau, ada sapi, ada kali."
Zahra : "Ada sawah? Ada kerbau? Kali? Wow!! Asyik asyik!!" Kayaknya nanti kalo giliran saya punya anak, anak saya cukup dikasih lihat kambing kurban aja udah seneng kayaknya. Yadayadayada.

Pemain Muda

Mezut Ozil usianya 21 tahun, dia sudah membela squad Jerman di Piala dunia 2010, tanpa ada yang meragukan kemampuannya, walaupun dia masih muda untuk ukuran manusia. Jelas ukuran manusia, soalnya usia 21 kalau untuk ukuran kucing, artinya sudah tua renta. Saya kemarin pergi menghadap klien, yang pada kesempatan pertama langsung menanyakan usia saya, dan memberikan pendapatnya mengenai kemampuan saya.
Klien : “business analyst? umur kamu berapa? 24? kamu bisa apa?kamu kan masih anak kecil, ngerti apa kamu soal ini” Saya nonton serial TV Amarika Lie To Me, yang bercerita tetang detektif, ternyata ada juga adegan seperti itu. Si tokoh utama diragukan kemampuan analisanya karena dia masih berusia 24 tahun.
Usia mungkin memang berbanding lurus dengan pengalaman. Tapi dengan kemampuan?
Apa cuma di olahraga saja yang muda dianggap lebih jumawa? Well well... saya juga belum terlalu paham. Mungkin nanti kalau saya sudah tua, saya bisa lebih mengerti. Hehe.

Imunisasi

Dulu waktu saya SD kadang-kadang ada imunisasi, program pemerintah yang ditujukan buat anak-anak usia sekolah dasar supaya nanti besarnya mereka terhindar dari virus yang macam-macam, sehingga sehat dan kuat, untuk membangun negara. Merdeka!!.

Kalau ada imunisasi, murid murid diperintahkan mengantri di depan UKS, menunggu giliran disuntik oleh dokter puskesmas, yang mungkin saking pusingnya menghadapi anak-anak sudah tidak mau merepotkan diri dengan bujukan bujukan “tidak sakit”, kayak digigit semut” dan sebagainya. Karena nyatanya pada akhirnya anak-anak itu tetap saja menangis karena disuntik itu sakit, lebih sakit dari digigit semut.

Jadi alkisah, di sekolah saya ada imunisasi, saya sebagai ketua kelas, bertugas membantu guru untuk menertibkan teman-teman saya menunggu giliran disuntik. Jadi saya tidak ikut mengantri tapi mondar mandir sepanjang antrian teman-teman saya sambil mengingatkan kalo ada yang berbuat usil. Karena mondar mandir saya jadi bisa melihat dengan jelas wajah ana…