Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2009

Ceritera Dua Nenek

Ada seorang nenek peminta minta yang setiap pagi duduk di ujung jalan tempat saya menunggu kendaraan umum untuk pergi ke kantor. Nenek itu selalu menggunakan kebaya dan kain yang dililitkan di kepala. Badan nenek itu bungkuk dan matanya buta. Saya menyebut nenek peminta minta itu nenek pengemis favorit saya. Dialah pengemis favorit saya. Bukannya saya pilih kasih dalam bersedekah, atau pelit. Tapi boleh dong saya punya pengemis favorit. Saya selalu memberi nenek itu uang setiap kali melewatinya

Saya sendiri tentu saja punya seorang nenek. Usia nenek saya kurang lebih sama dengan nenek pengemis tersebut. Nenek saya sangat sehat di usianya yang hampir mencapai 80 dan memiliki kehidupan yang nyaman, jelas sangat berbeda dengan nenek pengemis di ujung jalan. Saya tinggal di kota yang sama dengan nenek saya. Tapi karena jarak dari rumah nenek ke tempat kuliah dan kerja jauh maka saya tidak tinggal dengan nenek. Walaupun saya sangat sayang pada nenek saya, saya jarang menelepon dan mengunjun…