Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2009

Si Perusak Barang

Saat wawancara kerja saya selalu ditanya mengenai kelebihan saya. Saya selalu kesulitan menjawab pertanyaan tersebut. Well, sebeneranya saya punya kelebihan. Ibu saya bilang, saya ini perusak barang paling rajin sedunia.

Saya “merusakkan” barang. Artinya, menurut saya : saya merusak barang karena tidak sengaja. Sedangkan menurut ibu saya : saya merusak barang karena saya ceroboh atau terlalu ingin tahu atau punya kekuatan besar seperti hulk.

Contoh kegiatan “merusakkan” saya : Saya merusakkan pintu freezer lemari pendingin, saya merusakkan kunci otomatis mobil, saya merusak hair dryer ibu saya, saya merusak stop kontak, saya menghancurkan tasbih baru bapak, merusakkan VCR, menabrakkan dashboard mobil sampai penyok, membengkokkan setir motor (jangan tanya), menjatuhkan Hape saya berkali kali, membengkokan flash disk, menggigit gelas sampai pecah (bisa loh), menjatuhkan harddisk external, menghilangkan kertas soal ujian saat mengerjakan ujian, belum lagi kerusakan-kerusakan yang saya l…

Saya Tidak Tahu Namanya Tapi Dia Datang Ke Mimpi Saya

Saya pergi mengunjungi teman di rumah sakit. Rumah sakit tempat teman saya tersebut dirawat adalah rumah sakit besar berbangunan tua dengan banyak lorong penghubung. Saya tidak pernah menyukai rumah sakit karena rumah sakit selalu berbau khas rumah sakit, dan suasananya muram.

Anyway sampai di depan ruangan tempat teman saya dirawat, saya tidak bisa langsung masuk ke dalam kamarnya, karena dia sedang dikunjungi oleh ibu ibu tetangganya. Saya tidak terlalu heroik sehingga berani mencemplungkan diri di tengah percakapan bahasa sunda ibu ibu (FYI saya ini orang jawa) dengan risiko terbengong-bengong, maka dari itu saya memutuskan untuk duduk-duduk di tempat duduk yang ada di sepanjang koridor di depan kamar teman saya, sambil menunggu ibu-ibu tetangga berbahasa sunda pulang.

Saat saya duduk saya merasakan sepasang mata menatap saya dari lorong penghubung yang ada di ujung koridor. Saya tidak bisa menjelaskan bagaimana saya merasakan bahwa sepasang mata menatap saya, pokoknya saya merasakan…